Mungkin di tahun 90an kita masih ingat susahnya transportasi dan komunikasi,Harga tiket pesawat mahal, belum ada Handphone, mau kemana - mana jauh. Namun di jaman itu mengingatkan kembali memori akan mesra- mesranya jaman bus, bagaimana tidak mesra?
Kedatangan saudara, keluarga, dunsanak yang balik dari tanah jawa ke ranah minang adalah momen yang di tunggun- tunggu. apalagi buah tangan bukti dari jawa? yaaaa Dodol garut.
Walaupun belinya dijakarta yang penting bungkusnya atau kotaknya seperti ini...hehehehe..
Sekarang masih ada gak ya yang bawa dodol kalau pulang dari tanah jawa???

(foto : google)
Nah.. menunggu kedatangan bus ini, dan mengetahui posisinya tidak seperti jaman sekarang, tinggal nelpon aja sudah tau posisinya, apalagi kalau aktif bersosmed tinggal pantau status sosmednya sudah ketauan.. jaman dulu gak bisa yaaaa..hehehe
Pada waktu itu biasanya kalau ada saudara atau keluarga yang mau pulang kampung biasanya menelpon dulu ke rumah atau ke wartel, bisa jadi numpang ke telpon tetangga atau perkantoran dekat rumah. biasanya kalau di perkantoran yang jadi satpamnya adalah warga sekitar, jadi kalau ada telpon yang datang mau titip pesan apa nanti disampaikan sama satpam tersebut.
Kalau di wartel biasanya dicatat sama yang jaga wartel, kalau ketemu sama keluarga yang dimaksud baru dikabari kalau ada yang titip pesan, atau nanti disuruh nelpon lagi jam berapa...,terus kalau mau nelpon di wartel antrinya bukan main.... pokoknya ribet dehhh.
(foto : twitter @lp_indramayu)
Ketika yang mau pulang kampung itu ngasih kabar mau pulang, keluarga di rumah sudah rame saling berkabar, bahagia dan senangnya susah untuk di ungkapkan, Apalagi akan menempuh perjalanan sekitar 2-3 hari.
Beda ya dengan sekarang, barusan update status di medsos " otw Soeta""", tiba-tiba sudah nongol aja di depan pagar rumah.
Kemudian ketika sudah sampai di Gunung medan, biasanya ngabari lagi, kalau sudah di gunung medan. nah pada saat - saat di gunung medan ini biasanya anggota keluarga yang menunggu mulai memperkirakan jam berapa datangnya. misalkan kampungnya di pariaman, mulai di hitung deh, berapa jam lagi sampai solok, berapa jam lagi sampai di padang, berapa jam lagi sampai di pariaman...hehehhe... pegel ya nungguin orang pulang naik bus...
Tapi ada yang lebih pegel lagi, yaitu kampungnya dipelosok, yang tidak terjangkau kabel telpon. biasanya kasih kabar melalui surat pos, nah disitu disampaikan nanti minggu depan apa bulan depan gitu mau pulang kampung..blablablablaaa... gitu deh.. .. "ku tunggu walau tak pasti " jawab keluarganya...hehehehe
Waktunya nunggu dipinggir jalan...hehehehe ini juga pegel nih, mata melototin setiap bus yang lewat.
kadang - kadang sudah sampai larut malam, busnya juga belum datang.
pommm..pommmm...pommmm...cissss. cissss, begitulah suara klakson bus dan rem anginnya.
sang kenek bus pun dengan sigap membongkar barang bawaan penumpang, sambil nitip pesan "Lai cukuik barang sadonyo Da, lai ndak ado yang tingga?? " aman beres jawab penumpang setengah mengantuk...heheheee
Para anggota keluarga yang menunggu pun senyum - senyum bahagia karena yang dinanti sudah datang, lalu dengan cekatan membantu membawa barang - barang bawaan dengan penuh bahagia dan senang....
Nah kira - kira begitu ya kisah mesra jaman bus.....


